Let's Visit Korea

Panduan Makanan Jalanan & Pasar di Seoul: Apa yang Dimakan di Pasar Gwangjang, Pasar Ikan Noryangjin, dan Lainnya (Berdasarkan Video Food Tour)

2026-10-12

Bindaetteok, yukhoe, dan mayak gimbap di Pasar Gwangjang, sashimi dan ramyeon seafood subuh di Noryangjin, serta pasar yang lebih sepi seperti Shinchang. Panduan praktis makanan pasar di Seoul yang disusun dari video food tour dan mukbang.

Lihat video di peta →

Jika kamu ingin mencicipi berbagai makanan di Seoul, pasar tradisionalnya biasanya menjadi tujuan utama dalam video food tour. Para kreator makanan di YouTube dan acara MBC every1 Welcome, First Time in Korea? terus kembali ke dua tempat ini: Pasar Gwangjang dan Pasar Ikan Noryangjin. Panduan ini hanya merangkum apa yang benar-benar ditampilkan dalam video tersebut: apa yang dipesan, kapan sebaiknya datang, dan cara menyusun satu hari penuh wisata kuliner.

Pasar Gwangjang: Pusat Makanan Jalanan Seoul

Hidangan khas Pasar Gwangjang adalah bindaetteok (panekuk kacang hijau), yukhoe (tartar daging sapi Korea), dan mayak gimbap (gulungan nasi kecil yang membuat ketagihan). The Best Ever Food Review Show membuat tur makanan jalanan tradisional lengkap di sini, dan kreator Filipina The Chui Show memasukkannya dalam maraton makanan jalanan Seoul miliknya.

Welcome, First Time in Korea? menyebut Gwangjang sebagai 'tanah suci mukbang Korea', dengan para penjual yang membagikan sampel gratis dan minuman yogurt sebagai pencuci mulut. Dalam episode yang sama, tiga sahabat dari Meksiko mencoba sannakji (gurita hidup).

Tips: Datang Malam untuk Menghindari Keramaian

Seorang kreator yang mengunjungi Pasar Shinchang dan Gwangjang mengatakan trik sebenarnya adalah datang ke Gwangjang lebih larut malam, ketika kerumunan berkurang dan kamu bisa merasakan suasana pasar yang lebih asli.

Untuk Pemberani Makan

Video '$100 Korean Street Food Challenge' dari The Best Ever Food Review Show (edisi pasar) mencakup siput rebus dengan saus cabai, bawang putih dan bawang bombay mentah; kulit babi dan organ sapi dengan jelly rumput laut dan susu kedelai; mi usus; camilan nasi Korea; ayam goreng utuh; puyuh goreng; dan prasmanan daging sepuasnya dengan sayap bebek. Deskripsi video mencantumkan harga dalam USD, misalnya sekitar $10,99 untuk siput dan $6,59 untuk ayam goreng. Itu adalah harga saat pengambilan gambar, jadi anggap saja sebagai panduan kasar.

Pasar Ikan Noryangjin: Sashimi dan Ramyeon Seafood Subuh

Noryangjin terkenal dengan sajian sashimi dan ramyeon seafood. Dalam Welcome, First Time in Korea?, sekelompok koki Belanda mencoba sepiring sashimi campur segar, dengan tiram, gaebul (cacing laut) dan sea squirt juga muncul dalam episode tersebut.

Di episode lain, koki Michelin asal Italia bergabung bersama Fabrizio untuk menyaksikan lelang ikan dini hari, mencoba timun laut, dan menutup dengan semangkuk ramyeon seafood. Jika kamu berencana melihat lelang, sarapan di pasar setelahnya terasa pas.

Kompilasi dari acara yang sama memperlihatkan pengunjung pertama kali bereaksi terhadap gaebul, gurita hidup, udang, dan kepiting salju, termasuk memakan seluruh bagian tubuh kepiting hingga potongan terakhir. Banyak makanan ini terlihat tidak biasa, jadi sashimi campur adalah cara mudah untuk memulai. The Chui Show juga singgah di Noryangjin dan sebuah warung belut panggang.

Pasar Lain di Seoul yang Layak Diketahui

Pasar Shinchang (Dobong-gu)

Di timur laut Seoul, Pasar Shinchang direkomendasikan dalam satu video sebagai tempat yang tidak ramai, tempat kamu bisa mencoba camilan jalanan lokal dengan santai. Pemberhentiannya meliputi Ssiat Hotteuk (panekuk manis berisi biji), Sinchang Tweegim (kios gorengan di sebelah kanan saat kamu masuk) dan Somoonnan Sundaeguk (sup sosis darah).

Mangwon, Namdaemun, dan Pasar Malam Myeongdong

Selain Gwangjang, The Chui Show juga mengunjungi Pasar Malam Myeongdong, Pasar Mangwon, dan Pasar Namdaemun, serta memasukkan rantai makanan Korea seperti ayam goreng BHC dan Yoogane Dakgalbi. Ini bisa menjadi contoh yang baik jika kamu ingin camilan pasar sekaligus makanan Korea yang santai.

Di Luar Pasar

  • Kimchi jjigae dan hotpot tulang: Dalam video Mark Wiens yang disponsori Korea Tourism Organization, ia mencicipi lima hidangan penting Seoul, termasuk hotpot tulang yang besar. Di Kimbuksoon Keun Nambijip, sup kimchi dibuat dengan kimchi matang, dan kamu memilih dagingnya.
  • Gopchang (usus panggang): Dalam Welcome, First Time in Korea?, Jonas dari Denmark kembali ke warung gopchang favoritnya di Sinchon setelah 11 tahun untuk sepiring gopchang campur dan somaek dingin (soju dicampur bir). Nasi goreng dan hati juga muncul dalam tag episode.
  • Kelas membuat kimchi: Sebuah video bersponsor menampilkan kelas kimchi sawi putih di Museum Kimchikan di Insadong-gil, dengan tambahan seperti mengenakan hanbok.
  • Masakan istana kerajaan: Sebagai kontras dengan makanan jalanan, profesor studi kuliner Korea Jia Choi menjelaskan dua belas hidangan dalam jamuan kerajaan tradisional dari Dinasti Joseon (1392–1910).

Cara Merencanakan Sehari Makan di Seoul

  • Pagi buta: Saksikan lelang di Pasar Ikan Noryangjin, lalu sarapan sashimi atau ramyeon seafood.
  • Siang hari: Kunjungi objek wisata seperti Istana Gyeongbokgung, yang menjadi hari pertama dalam panduan 72 jam Seoul dari kreator lokal, atau ikuti kelas kimchi di Insadong. Untuk pasar yang lebih tenang, coba Shinchang atau Mangwon.
  • Sore hingga malam: Mengikuti tips dari video, datanglah ke Pasar Gwangjang larut malam dan bagikan bindaetteok, yukhoe, dan mayak gimbap.
  • Putaran kedua: Gopchang dan somaek, seperti dalam episode Sinchon, menjadi cara klasik orang Korea menutup malam.
  • Harga dalam video berlaku saat pengambilan gambar, jadi periksa langsung di lokasi. Untuk makanan menantang seperti gurita hidup atau cacing laut, pesanlah untuk dibagi agar kamu bisa mencicipi tanpa harus memesan satu porsi penuh.

Tempat di video

Lokasi dan jam buka bisa berubah, cek peta sebelum berangkat.

Video terkait

Artikel lainnya